Tuhanmu, Tuhanku…
Tuhan kitalah Allah SWT
Yang Maha Perkasa
Yang membangunkan bumi dari mati suri
Menyegarkan dengan butiran hujan
Memaksa rampai kembali bermekaran
Kembali menyuruh kodok berdendang
Dan menjadikan bibir ini tersenyum mengembang
Duhai diriku yang sedang melamun
Apa yang sedang kau pikirkan
Dengan mudahnya kau mengalihkan perhatian dari indahnya keindahan
An yang tiada pernah bisa dibuat manusia
Yang hanya bisa membinasakan
Duhai adakah yang lebih elok?
Adakah kau terlena olehnya?
Ya…
Aku terlena
Terlena olehnya
Apakah kau berpikir aku mangingkari keindahan ini
Keindahan yang memang tersaji sebagai berkah Ilahi
Apakah kau berpikir aku mengagumi kegilaan
Kegilaan yang benar-benar gila hingga menjadi buta
Oh bukan
Sungguh bukan
Aku disini memperhatikan keindahan lain
Yang mungkin terlewat dari sudut matamu
Duhai diriku…disana juga bermekaran kuntum mawar
Duhai diriku…aromanya semerbak kesturi
Yang dengannya aku dapat benar memuji kebesaranNya
Yang dengannya aku dapat alasan minta yang aku mau
Yang dengannya aku berharap terkabul doaku
Yang dengannya aku berharap dapat menemukan syurgaku
Hai diriku…
Celakalah engkau…
Engkau memperbudak dirimu dengan kegelapan hati
Engkau hendak menduakan Ilahi
Menumbuhkan batang birahi lebih tinggi dari cinta ke Rabbi
Sungguh aku tidak mau berdebat denganmu
Aku hanya ingin menasehati sebagai hati di ragamu
Jika memang semua ini tak lagi berlaku
Biarlah saat nanti aku yang berbicara menjadi saksi
Saksi atas kegilaanmu pada duniawi
Takkan berbalik padamu dan membangkangNya
Aku yang akan jujur atas semua kebodohanmu
Oh, betapa engkau ini
Jika engkau memang hati yang bersemayam dalam tubuh ini
Jika memang engkau memang manah yang menjadi wadah rasa
Jika memang engkau tempat kejujuranku
Dikau seharusnya benar mengerti diri sendiri
Akankah kau tidak tau apa yang aku rasakan?
Bukan…
Bukan maksud aku membujuk engkau berkata bohong membela
Tapi coba cari ke seluruh bagianmu
Carilah olehmu serpihan cinta
Pilah kepingan itu menjadi utuh untuk siapa cinta-cinta tersebut
Pastilah akan terbentuk dengan jelas siapa mereka
Dan mulailah susun menjadi sebuah bangunan yang indah dan menawan
Hingga kau dapat melihat istana cinta yang mana yang lebih megah
Lihat istana untuk jasmine-ku
Lihatlah istana untuk kedua orangtuaku
Dan akhirnya lihatlah cinta untuk yang menciptaku dari air hina
Ya!...yang beralas emas, berdinding air terjun dan beratap permata syafir berkilauan
Kini kau tahu berapa darimu yang telah tertambat
Terbenam dalam pondasi cinta pada hakimmu kelak
Oh…afwan akhi
Karena hati tak berotak maka akulah yang bodoh
Yang tidak dapat membedakan dan cenderung banyak bicara
Yang sebenarnya cetek dalam ilmu tapi ingin menyodorkan diri
Dengan harapan dikenal atas takwaku
Duhai sesal diri ini, yang selalu sok tahu atas sesuatu
Inilah riyaku
Sungguh maafku tersujud padamu
Oh tidak wahai hati…
Engkau tidak bersalah
Engkaulah yang berjasa mengingatkan aku padaNya
Tapi untuk hidup ini
Aku mohon luangkan sedikit tempat
Izinkan aku membangun istana yang megah untuknya nanti
Dia yang akan kupinang atas izin Allah kita
Dan izinkan aku memintamu berjalan sedikit
Mendekatinya dan mengetuk pintu hatinya
Dan buatlah dia dengan ikhlas membangun istana cintanya untuk kita
Dan mari kita berdoa untuk persatuan nan berbekah nantinya
Allah… let me say I love you
With all of mine fall down on knees
Honestly do everything for you…
Just for you…
Let the seeds of your love grow up in my heart
Bigger with a lot of branches
In which leaves and flowers can sit vivaciously
Then I’ll be ready to meet you in the end of my life
With a bunch of flowers that I take from it
………
Your weak creature
MeAnd_IX
Wednesday, May 30, 2007
22:39:53